Selasa, 12 April 2016

Membungkus Makna dalam Poster



Membungkus Makna dalam Poster

A. Pengertian Poster

Poster atau plakat menurut pengertian yang bersumber dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. Poster merupakan salah satu media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya. Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.
contoh poster
          Menurut Sabri (dalam Musfiqon, 2012:85) poster merupakan penggambaran yang ditunjukkan sebagai pemberitahuan, peringatan, maupun penggugah selera yang biasanya berisi gambar-gambar.
Poster merupakan suuatu gambar yang mengombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar dan kata-kata yang bermaksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat (Sri Anitah, 2008:12).
Poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2010: 51). Rudi susilana dan Cepi Riana (2009: 14) menjelaskan bahwa poster yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa media poster secara umum adalah suatu pesan tertulis baik itu berupa gambar maupun tulisan yang ditujukan untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima orang lain dengan mudah.


B. Macam-macam Poster
Berdasarkan Isinya :
1.     Poster Niaga, poster ini umumnya menawarkan produk suatu perusahaan.
2.     Poster Kegiatan, poster ini menginformasi kegiatan kepada khalayak ramai.
3.     Poster Pendidikan, poster ini ditujukan untuk hal-hal bertemakan pendidikan.
4.     Poster Layanan Masyarakat, poster mengenai layanan umum pemerintah.
Berdasarkan Tujuannya :
1.     Poster Propaganda, poster ini pengaruh sangat kuat terhadap masyarakat
2.     Poster Kampanye, poster yang seringkali terlihat menjelang Pemilu.
3.     Poster "Wanted" atau "Dicari", poster ini umumnya untuk mencari orang.
4.     Poster "Cheesecake", poster ini dibuat untuk mencari perhatian masyarakat.
5.     Poster Film, poster ini mempromosikan film agar dikenal masyarakat.
6.     Poster Kartun, ini adalah poster publikasi dari komik-komik kartun.
7.     Poster Afirmasi, poster ini tujuannya untuk memperikan motivasi.
8.     Poster Riset, poster ini mempublikasikan riset dan penelitian.
9.     Poster Kelas, poster ini bisa kita jumpai didalam kelas-kelas sekolah.
10.                        Poster Komersil, poster ini bertujuan untuk kepentingan komersil.
C.  Tujuan Poster
Tujuan dibuatnya poster adalah untuk mengajak, membujuk atau menghimbau masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang telah ditulisakan dan digambarkan didalam poster tersebut. Tujuan poster tersebut harus tersampaikan kepada masyarakat banyak, untuk itu umumnya kita melihat poster-poster terpampang jelas ditempat-tempat yang begitu strategis seperti jalan-jalan utama, pasar-pasar, dan tempat-tempat lainnya.

D. Fungsi dan Manfaat Media Poster   

Sri Anitah (2008: 13-14) mengatakan manfaat poster adalah sebagai berikut:
(1) sebagai penggerak perhatian
(2) sebagai petunjuk
(3) sebagai peringatan, pengalaman kreatif
(3) untuk kampanye

Secara umum poster memiliki kegunaan, yaitu sebagai berikut:
(1) memotivasi siswa, poster dalam pembelajaran sebagai pendorong atau memotivasi belajar siswa.
(2) peringatan, berisi tentang peringatan-peringatan terhadap suatu pelaksanaan aturan hukum, sekolah, atau sosial, kesehatan bahkan keagamaan.
(3) pengalaman kreatif, melalui poster kegiatan menjadi lebih kreatif untuk membuat ide, cerita, karangan dari sebuah poster yang dipajang (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2010: 56-57).
Dalam menggunakan media, perlu memperhatikan dan disesuaikan dengan tujuan dari pelajaran. Apabila hal tersebut diabaikan maka media yang digunakan justru akan menghambat proses belajar mengajar.
E. Ciri-ciri Media Poster
Ciri-ciri poster yang baik menurut Arief S. Sadiman (dalam Musfiqon, 2012: 85) yaitu:
(1) sederhana
(2) menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
(3) berwarna
(4) slogannya
(5) tulisannya jelas
(6) motif dan tulisannya bervariasi

F.  Kelebihan dan Kelemahan Media Poster

Kelebihan Media Poster adalah sebagai berikut:
1.     Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2.     Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3.     Bentuknya sederhana tanpa memerlukan peralatan khusus dan mudah penempatannya, sedikit memerlukan informasi tambahan.
4.     Pembuatannya mudah dan harganya murah.

Kelemahan media Poster adalah sebagai berikut:
1.     Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya.
2.     Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

G. Prinsip Penggunaan Media Poster

Pada dasarnya poster merupakan suatu media yang lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna untuk dapat mempengaruhi perilaku, sikap seseorang dalam melakukan sesuatu. Poster yang digunakan dalam pendidikan pada prinsipnya merupakan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk ilustrasi obyek gambar yang disederhanakan dan dibuat dengan ukuran besar (Daryanto, 2012: 129). Tujuannya untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi, atau memperingatkan pada gagasan pokok, fakta atau peristiwa tertentu.

Menggunakan poster untuk pembelajaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut :
1.     Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, yaitu poster digunakan guru saat menerangkan sebuah materi kepada siswa.
  1. Digunakan di luar pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan untuk melakukan sesuatu yang positif dan penanaman nilai-nilai social dan keragaman.

Sabtu, 02 April 2016

Materi produksi 3 dimensi



MATERI PRODUKSI 3 DIMENSI


A.    Pengertian pembelajaran tiga dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Atau alat peraga yang mempunyai ukuran panjang,lebar dan tinggi sehingga media tersebut mempunyai volume (berbentuk isi).
 Sedangkan pemanfaatan media tersebut tidak perlu menggunakan proyektor tetapi langsung dapat dilihat. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada.
Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan keahlian khusus,dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
 Dengan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa media 3 dimensi merupakan alat peraga dimana membantu guru untuk menyampaikan pelajaran terhadap siswa dengan dengan menggunakan benda-benda tiruan dimana alat tersebut dapat diraba dan dilihat atau tidak abstrak.

B.      Kelebihan dan Kekurangan Media Tiga  Dimensi

Ø  Kelemahan media tiga dimensi

1.      Menurut Moedjiono (1992)  kelebihan dari media visual tiga dimensi:
2.      Memberikan pengalaman secara langsung.
3.      Penyajian secara konkrit dan menghindari verbalisme.
4.      Dapat menunjukkan objek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya.
5.      Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
6.      Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.

Ø  Kelemahan media tiga dimensi :

1.      Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah.
2.      Penyimpannay memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit.
3.      Untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya besar.
4.      Anak tuna netra sulit membandingkannya.

D.    Jenis-jenis Media Tiga Dimensi
      Menurut Nana Sudjana dkk, model dapat dikelompokkan kedalam enam kategori yaitu model padat (solid model), model penampang (cutaway model), model susun (builed-up model), model kerja (working model), mock-up, dan diorama.
masing-masing kategori model tersebut mungkin mempunyai ukuran yang sama persis dengan ukuran aslinya atau mungkin dengan skala yang lebih besar atau lebih kecil dari pada objek yang sesungguhnya.  Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis model yang telah dikemukakan diatas.
 
a.       Model Padat (Solid Model)
           Suatu model padat biasanya memperlihatkan bagian permukaan luar daripada objek dan acapkali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna, dan susunannya. Contohnya: sejarah persenjataan: misalnya senapan, meriam, kapak, batu, lembing, tombak,dan pedang.
Ø  Kelebihan dari model padat

1.      Dapat memberikan pengalaman secara langsung
2.      Dapat dibuat dengan biaya yang murah
3.      Dapat mengembangkan konsep realisme siswa
Ø  Kekurangan dari model padat

1.      Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
2.      Anak tuna netra sulit untuk mengaplikasikannya.

b.      Model Penampang (Cutaway Model)
         Model penampang memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Kadang-kadang model ini dinamakan model X-Rayatau model Crossectionyaitu model penampang memotong. Contoh: anatomi manusia dan hewan, seprti: gigi, mata, kepala, otak, torso, tulang belulang, jantung, paru-paru, dan bagian ginjal.
Ø   Kelebihan dari model penampang
  1. Dapat memberikan pengalaman secara langsung.
  2. Hasil belajar lebih mendalam dan mantap.
  3. Dapat mempermudah pehaman karena merupakan pengganti obyek yang sesungguhnya.
  4. Dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah.
  5. Belajar dapat difokuskan pada bagian yang penting-penting saja
Ø  Kekurangan dari model penampang
  1. Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah yang banyak.
  2. Penyimpanan memerlukan ruang dan perawatan.
  3. Anak tunanetra sulit membandingkannya.
  4. Jika membeli alat perga membutuhkan biaya yang besar.
c.       Model Susun (Builed-up Model)
           Model susun terdiri dari beberapa bagian objek yang lengkap, atau sedikitnya suatu bagian penting dari objek itu. Contoh: anatomi manusia dan binatang, seperti: mata, telinga, jantung, tengkorak, otak.
Ø  Kelebihan dari model susun
  1. Memberikan pengalaman secara langsung.
  2. Penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme.
  3. Dapat menunjukkan objek secara utuh baik kontruksi maupun cara kerjanya.
  4. Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
  5. Dapat menunjkkan alur suatu proses secara jelas.
Ø  Kekurangan dari model susun
  1. Tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
  2. Anak tuna netra sulit untuk membandingkannya.
  3. Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit.
d.      Model Kerja (Working Model)
          Model kerja adalah tiruan dari suatu objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli, dan mempunyai beberapa bagian dari benda yang sesungguhnya. Contoh: peralatan musik, seperti: biola,seruling, terompet, piano, harpa, trambulin.
Ø  Kelebihan dari model kerja
1.      Memberikan pengalaman secara langsung.
2.      Dapat menunjukkan objek secara utuh baik cara kerjanya.
3.      Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
4.      Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.
Ø  Kekurangan dari model kerja
1.      Tidak dapat menjaangkau sasaran dalam jumlah besar.
2.      Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit.
3.      Untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya yang besar.
e.       Mock-up
          Mosk-up adalah suatu penyederhanaan sususnan bagian pokok dari suatu proses atau sistem yang lebih ruwet. Susunana nyata dari bagian-bagian pokok itu diubah sehingga aspek-aspek utama dari suatu proses mudah dimengerti oleh siswa. Contoh: penggunaan susunan perangkap tikus.
Ø  Kelebihan dari model mock-up
  1. Memberikan pengalaman secara langsung
  2. Dapat menunjukkan obyek secara utuh secara utuh baik kontruksi maupun cara kerja
  3. Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas
  4. Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas
Ø  Kekurangan dari model mock-up
  1. Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar
  2. Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit
  3. Untuk membuat alat perga membutuhkan biaya yang besar.
  4. Anak tunanetra sulit untuk membandingkannya
f.      Diorama
      Diorama adalah sebah pandangan tiga dimensi mini bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya. Diorama biasanya terdiri atas bentuk-bentuk sosok atau objek-objek ditempatkan di pentas yang berlatar belakang lukisan yang disesuaikan dengan penyajian. Contoh: interior pada gua.
Ø  Kelebihan dari model diorama
  1. Untuk memberikan pemandangan/gambaran visual dari pokok yang sebenarnya dalam bentuk kecil.
  2. Membawa ke dalam kelas sebagian kecil dari pada dunia dalam bentuk diperkecil dan tiga dimensi.
  3. Dapat menggambarkan peristiwa yang terjadi disuatu tempat, waktu tertentu dilihat ari posisi atau arah tertentu pula secara lebih hidup
Ø   Kekurangan dari model diorama
  1. Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
  2. Dalam pembuatan membutuhkan waktu dan biaya.
  3. Dan membutuhkan kreativitas guru maupun siswa



Periskop cermin datar



MEDIA PEMBELAJARAN


Kelompok   : 8
Anggota    : 1. Fitri Kamelia
             2. Muizzudin Rifky Al Hanif
             3. Syifa Diatmika
             4. Widy Lestari



periskop CERMIN DATAR ﴿


·        Tema yang Dikembangkan

Periskop adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun, periskop tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita. 
Sebuah periskop membuat kita dapat melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lebih tinggi atau terhalang oleh objek yang lebih tinggi.
Periskop merupakan alat optik untuk mengamati suatu objek dari posisi tersembunyi. Periskop sederhana dapat dibuat dengan menggunakan tabung yang diberikan cermin paralel yang saling berhadapan dengan sudut 45° pada setiap sisinya. Periskop sederhana sering digunakan sebagai alat untuk melihat ketika dihalangi kerumunan orang. Periskop yang canggih biasa ditemukan pada kendaraan tempur lapis baja dan kapal selam.

·        Alat dan Bahan

1.     Kardus
2.     Gunting / cutter
3.     Lem / selotip
4.     2 buah cermin datar
5.     Pensil
6.     Penggaris
7.     Penghapus
·        Cara / langkah pembuatan

1.     Persiapkan alat dan bahan.
2.     Gambarlah desain pada kertas karton yang sudah disediakan dengan menggunakan pensil.
3.     Guntinglah desain yang sudah jadi dan buanglah bagian pada blok pada desain.
4.     Beri lubang pada masing-masing bagian depan yang akan dipasangkan cermin.
5.     Bentuk kotak persegi panjang sesuai desain lalu tempelkan memakai lem / selotip.
6.     Pasanglah cermin datar pada tempat cermin dengan menggumaka selotip.
7.     Masukkan tempat cermin melalui lubang sayatan dan tempelkan pada bodi periskop menggunakan lem / selotip.
8.     Periskop siap untuk dicoba.


·        Desain / Sketsa